[ULASAN] Nothing

Nothing: From Absolute Zero to Cosmic Oblivion – Amazing Insights into Nothingness

Disunting oleh Jeremy Webb

nothing

Seandainya Ledakan Besar benar pernah terjadi, maka apa yang ada sebelum Ledakan Besar?

Bila Anda jawab nothing, maaf, Anda tidak dapat poin.

Hal ini karena pertanyaan apa yang ada sebelum Ledakan Besar, yang merupakan awal-mula segala sesuatu di awal semesta, termasuk ruang dan waktu, tidaklah relevan. Tidak ada momen sebelum Ledakan Besar, Paul Davies menegaskan dalam esainya The day time began, sehingga tidak ada yang bisa kita bahas mengenainya. Tulisan Davies itu adalah salah satu esai yang dimuat dalam kumpulan esai majalah sains popular Britania, NewScientist. Kumpulan esai tersebut dijuduli Nothing karena tepat itulah yang menjadi tema pembahasan dari kedua puluh lima esai di dalamnya. Nothing.

Nothing—satu kata yang tampak bermakna sederhana, sekaligus teramat rumit. Contohnya ya tidak usah jauh-jauh, di paragraf di atas itu. Tidakkah memahami pernyataan Davies itu sudah memerlukan akrobat otak yang lumayan? Tidakkah pembicaraan tentangnya bukan hanya sekadar bahasan sains, melainkan juga menjadi menyentuh ranah bahasa, filosofi, dan bahkan teologi? Oya, saya yakin ada banyak orang yang akan langsung merasa ‘gatal’ bila mendengar atau membaca pembahasan sains tentang terciptanya alam semesta.

Akan tetapi, tidak semua esai dalam Nothing isinya ‘seberat’ esai Davies itu, baik dari segi kandungan sainsnya ataupun sudut yang diambil dalam memahami dan membahas nothing. Sebagian esai sangat menyentuh kehidupan sehari-hari, seperti esai-esai tentang biologi/kesehatan. Misalnya nih ya, kita bisa membaca sejumlah tulisan yang mengonfirmasi perbedaan manusia dan sloth. Sloth lebih sering tidak melakukan apa-apa agar bisa sintas, tapi bila kita malas dan tidak melakukan apa-apa, tubuh kita akan lekas rusak. Esai-esai yang demikian itu barangkali akan mudah dipahami oleh pembaca awam, yang tidak punya dasar sains sekalipun. Sementara sebagian esai lain rasanya akan lebih sulit dicerna bila dasar sains kita tidak kuat. Misalnya, jujur, saya kurang mudeng membaca esai Richard Webb, The hole story, yang membahas tentang cip silikon. Saya hanya merasa agak mendapat pencerahan sewaktu memperhatikan diagram yang menyertai esai tersebut–itu pun karena saya masih ingat pelajaran kimia dasar tentang orbital atom dan sebangsanya.

Oh, saya juga merasa asyik sendiri membaca esai Stephen Battersby mengenai bagaimana nanti mungkin semesta berakhir. Akankah alam semesta runtuh dalam sebuah big crunch, terkoyak dalam big rip, tercemplung ke dalam lubang cacing dalam big trip? Ataukah dalam big snap, ketika secara janggal terjadi pikselasi akibat menipisnya informasi di alam semesta… Tunggu! Saya melonjak bersemangat ketika membaca baris ini. Ini mengingatkan saya akan gim video Shin Megami Tensei: Digital Devil Saga. Wow, kalau kita kira cerita gim sudah cukup aneh, ternyata alam nyata pun masih bisa lebih ‘aneh’ lagi. Seru!

Isi Nothing ‘campur-sari’, karena ada esai tentang fisika, kimia, matematika, biologi, kosmologi, bahkan sejarah.  Saya sih senang, karena saya bisa mengetahui banyak perkembangan yang terhitung mutakhir (buku ini diterbitkan tahun 2013) di beberapa bidang sekaligus. NewScientist sendiri pernah menerbitkan edisi khusus bertemakan Nothing pada tahun 1998, namun ketika mereka memutuskan bahwa sudah saatnya diterbitkan buku tersendiri tentang tema yang sama, hanya dua esai dari edisi tersebut yang bisa disertakan. Pasalnya, sains telah berkembang cepat dalam kurun waktu 15 tahun itu.

Nah, berkat kerja keras para penulis dan tim NewScientist, saat membaca buku ini saya bisa menjawab bangga, “Nothing!” ketika ada yang bertanya “Kamu sedang membaca apa?”

Di Indonesia, buku ini bisa diperoleh di Periplus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s