tumblr_static_4vvtyoahrpgkoso00sow0ggc4

Ketika Gue Mendapat Tiket Nomor Satu

Tulisan ini lahir karena beberapa sebab. Satu, gue mendadak kangen LJ. Ketika kita – kami? Kamu iya juga nggak? – menulis ya menulis saja. Syukur-syukur ada yang baca, nggak juga ya udah. Benar-benar cuma ingin nulis saja. Curhat. Menulis kejadian hari itu. Ya macam buku harian saja. Audiens utamanya teman-teman, yang jurnalnya ditampilkan bersama-sama dan bisa dibaca secara kronologis dalam daftar ‘Friends’ kita. Nggak mikirin SEO. Nggak mikirin “Dengan tulisan ini saya bisa dapat apa? Gratisan di mana? Nginap di mana?” Pokoknya, ya nulis saja. Dari segi bahasa juga nggak mikir-mikir amat apakah ini sesuai tata-bahasa, KBBI, bla bla bla…

Kedua, tadi siang gue buka-buka akun tumblr gue lagi. Waktu masih tinggal di Jepang dan aktif di scene VK Tokyo (dan kadang merambah ke Osaka, Nagoya, dan Sendai), gue lumayan sering meng-update akun tumblr itu dengan cerita-cerita tentang live (konser) dan instore yang gue hadiri. Sewaktu semakin sibuk dengan tugas akhir dan persiapan pulang ke Indonesia, lama-kelamaan itu akun terbengkalai. Padahal banyak pengalaman yang belum ditulis. Dipikir-pikir kok sayang ya, lama-lama bisa lupa. Padahal (lagi) menulis itu benar-benar bisa mengabadikan pengalaman. Gue aja waktu baca-baca ulang itu tumblr jadi keingat lagi hal-hal yang sudah kekubur di ingatan tapi bisa gue ingat lagi gara-gara tulisan gue sendiri. Gue jadi ngerasa sebelum keburu lupa, hal-hal itu harus ditulis, untuk bahan gue mengingat lagi nantinya. Continue reading Ketika Gue Mendapat Tiket Nomor Satu

[ULASAN] Nothing

Nothing: From Absolute Zero to Cosmic Oblivion – Amazing Insights into Nothingness

Disunting oleh Jeremy Webb

nothing

Seandainya Ledakan Besar benar pernah terjadi, maka apa yang ada sebelum Ledakan Besar?

Bila Anda jawab nothing, maaf, Anda tidak dapat poin.

Hal ini karena pertanyaan apa yang ada sebelum Ledakan Besar, yang merupakan awal-mula segala sesuatu di awal semesta, termasuk ruang dan waktu, tidaklah relevan. Tidak ada momen sebelum Ledakan Besar, Paul Davies menegaskan dalam esainya The day time began, sehingga tidak ada yang bisa kita bahas mengenainya. Tulisan Davies itu adalah salah satu esai yang dimuat dalam kumpulan esai majalah sains popular Britania, NewScientist. Kumpulan esai tersebut dijuduli Nothing karena tepat itulah yang menjadi tema pembahasan dari kedua puluh lima esai di dalamnya. Nothing. Continue reading [ULASAN] Nothing

godcomplex0-1

[ULASAN] God Complex Issue Zero

God Complex Issue Zero

Keinesasih / Hendry Prasetya / Stellar Labs

godcomplex0-1

Jujur, belakangan ini saya kurang menyimak perkembangan komik Indonesia. Salah satu alasannya menggembirakan, sebenarnya: sekarang ada banyak sekali komikus Indonesia yang berkarya, dan semakin banyak karya yang diterbitkan baik dalam bentuk cetak maupun digital. Tidak semua bisa diikuti ataupun dibeli, tidak seperti kondisi beberapa tahun lalu (tunggu… ataukah sudah satu dasawarsa lalu?) ketika kita masih jarang melihat komik Indonesia menghiasi rak-rak toko buku.

Namun begitu melihat cuitan tentang God Complex yang akan diluncurkan di Popcon, saya langsung jatuh hati dan bertekad membeli, meskipun untuk itu harus rela jauh-jauh ke Popcon. Oke, sebenarnya saya ingin menonton bincang-bincang bersama Master Fluxcup juga. Yah, dua hal itulah pendorong terbesar saya datang ke Popcon tahun ini—meskipun ternyata banyak hal menyenangkan lainnya yang saya temukan di perhelatan itu.

Continue reading [ULASAN] God Complex Issue Zero

The Age of Misrule, Bab I: Malapetaka di Laut

Sebelumnya saya mohon maaf kepada teman-teman yang telah lama menanti buku ketiga dalam apa yang seharusnya merupakan trilogi karya saya – The Search for Merlin. Oleh karena bermacam-macam hal, saya tidak kunjung menyelesaikan The Age of Misrule. Sebagai sedikit permohonan maaf, saya memutuskan untuk mengunggah beberapa bagian yang telah saya tulis (belum di-beta maupun disunting) ke blog saya ini. Semoga menikmati, dan dinanti komentarnya, memuji ataupun mencela.

Oh ya, mohon tidak mengutip, menyalin, ataupun memanfaatkan isi tulisan yang saya unggah tanpa sepengetahuan saya, ya. Terima kasih.

Continue reading The Age of Misrule, Bab I: Malapetaka di Laut